Selasa, 14 Oktober 2014

Perbedaan Selat, Teluk, dan Semenanjung


Selat Sunda

Selat adalah ketinggalan??!! Hah!!??, Oh!!??, Itu telat yah,, hehehe maaf salah. Ok langsung saja mimin jelaskan...

Selat adalah laut yang sempit diantara pulau-pulau. Di Indonesia lumayan banyak nih selat, contohnya Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Madura, Selat Makassar, dan sebagainya. Selat buatan disebut terusan atau kanal. Selat buatan atau Kanal ada juga tuh di Jakarta namanya Kanal Barat dan Kanal Timur. Kanal dibuat biasa untuk mengatasi banjir. Banjir memang susah ditangani jika pemerintahnya tidak serius dalam menanganinya. Wah kok jadi keluar topik ya, ok selanjutnya teluk.


Setelah membahas selat mimin mau bahas lagi nama tempat lain yang ada di dunia ini yaitu teluk dan semenanjung.

Teluk adalah bagian laut yang menjorok ke daratan. Teluk di Indonesia juga ada banyak nih bro, diantaranya Teluk Ambon, Teluk Bakau, Teluk Banten, Teluk Jakarta, sampe Teluk Golok pun juga ada di Kalimantan dan masih banyak lagi. Kira-kira bentuknya gimana ya Teluk Golok, nih gambarnya ...




Teluk banyak dimanfaatkan untuk :

  1. objek wisata pantai,
  2. tempat memancing ikan laut,
  3. mengembangkan jenis ikat laut,
  4. pelabuhan para nelayan.



Nah gambar di atas adalah penampakan teluk, intinya nih teluk yaitu ibarat laut yang makan darat jadi bopak begitu daratanya.

Lanjut mimin akan bahas tentang semenanjung. Cekidot!!

Semenanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Semenanjung sering disebut dengan Tanjung. Tanjung dimanfaatkan untuk daerah pasar ikan hasil tangkapan nelayan, tempat wisata, dan tambak ikan air payau. Semenanjung di Indonesia behh tak kalah banyak juga, diantaranya Semenanjung Timur, Semenanjung Tenggara, Semenanjung Selatan yang ketiganya berada di Sulawesi, Semenanjung Ujung Kulon, dan sebagainya. Ini dia keindahan alam di Ujung Kulon yang letaknya di bagian Barat Pulau Jawa, Propinsi Banten.




Kurang jelas gambarnya ya nih mimin perjelas lagi di bawah...





Nah intinya nih semenanjung lawannya teluk yaitu ibarat darat meluber ke laut begitu. Indahnya...

Udah dulu ya pembahasan mengenai Selat, Teluk, dan Semenanjung. Jangan sampai terbalik mengartikannya ya sobat .. Pokoknya di Indonesia ini memang komplit alamnya, tugas kita sebagai manusia adalah menjaga keindahan alam. Ikuti terus artikel terbarunya ya ... 



Continue reading...

Senin, 13 Oktober 2014

Sejarah Kerajaan Singasari



Raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Singasari adalah Ken Arok, Anusapati, Tohjaya, Ranggawuni, dan Kertanegara.

Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok. Menurut Kitab Pararaton, Ken Arok merupakan titisan Dewa Brahma. Ibunya bernama Endok, seorang petani dari Desa Pungkur, Malang.

Sebelurn menjadi raja. Ken Arok mengabdi kepada Bupati Tumapel yang bernama Tunggul Ametung. Timbullah keinginan Ken Arok untuk menjadi Bupati untuk mencapai keinginan Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dengan sebilah keris buatan Empu Gandring. Kemudian, istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes dijadikan istrinya.

Pada saat Ken Arok mengangkat Ken Dedes menjadi permaisurinya, wanita itu sedang mengandung anak dari suami pertamanya, Tunggul Ametung sehingga lahir Anusapati.

Ken Arok berhasil menjadi Bupati Tumapel, tetapi ia mempunyai cita-cita yang lebih tinggi, yaitu ingin menjadi raja. Untuk mencapai cita-citanya Ken Arok menyusun pasukan untuk merebut kekuasaan Raja Kediri yang hernarna Kertajaya.

Pada tahun 1222 Ken Arok berhasil membunuh Kertajaya dalam suatu petempuran di Desa Ganter. Dengan tewasnya Kertajaya maka runtuhlah Kerajaan Kediri. Sebagai gantinya muncul Kerajaan Singasari dan Ken Arok menjadi raja pertamanya. Setelah menjadi raja Ken Arok bergelar Sri Rajasa Amurwabhumi.

Pada tahun 1247 Ken Arok dibunuh oleh Anusapati. Hal ini disebabkan Anusapati mengetahui bahwa Ken Arok yang membunuh ayahnya. Selanjutnya, Anusapati naik tahta untuk menjadi Raja Singasari yang kedua. Begitu pula yang terjadi pada Anusapati, ia dibunuh oleh Tohjaya. Tohjaya adalah anak Ken Arok dari selirnya yang bernama Ken Umang. Dalam memegang kekuasaannya Tohjaya hanya satu tahun naik tahta karena ia pun dibunuh oleh Ranggawuni, putra Anusapati.

Ranggawuni naik tahta, ia diberi gelar Sri Jaya Wisnuwardhana. Tahun 1254 M ia meyerahkan kerajaannya kepada putranya yang bernama Kertanegara. Pada tahun 1268 Ranggawuni wafat.

Di bawah pemerintahan Kertanegara, Singasari mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1268 – 1292 M. Beliau raja yang arif dan bijaksana serta pandai dalam menata pemerintahan. Ia bergelar Sri Maharajadhiraja. Cita-cita Kertanegara, yaitu ingin meenyatukan nusantara yang meliputi Bali, Pahang, Sunda, Kalimantan Barat, dan Maluku.

Cita-cita Kertanegara untuk menyatukan nusantara belum tercapai karena pada tahun 1292 Singasari diserang oleh kerajaan bawahannya dibawah pimpinan Jayakatwang. Kertanegara terbunuh pada saat melaksanakan upacara keagamaan agama Budha. Beliau dimakamkan di Candi Singasari.


Lokasi Candi Singosari

Sumber : buku PT.Sarana Panca Karya Nusa
Continue reading...

Logo One Piece Terbaru by yudisevenstar via deviantART


One Piece adalah sebuah anime dan manga tentang sekelompok bajak laut yang dipimpin oleh Monkey D. Luffy yang pergi mencari harta karun legendaris bernama One Piece. Luffy menjadi manusia karet yang memiliki kekuatan memanjangkan tubuhnya setelah secara tak sengaja memakan buah Gomu Gomu, salah satu dari buah iblis. Selama perjalanan Luffy banyak bertemu dengan teman baru dan musuh yang beragam.

One Piece diciptakan oleh Eiichiro Oda. Komiknya dimulai pada 1997 di Shonen Jump terbitan Shueisha dan hingga kini masih terus berlanjut. Versi TV nya dimulai pada Oktober 1999. Di Indonesia manga ini diterbitkan Elex Media Komputindo dan hingga kini telah mencapai jilid ke 60 lebih. Versi TV-nya, yang diproduksi Toei, telah mencapai 500 episode di Jepang. Sampai saat ini, One Piece telah mengeluarkan 12 film, yang terakhir dirilis pada tanggal 15 Desember 2012. Di Indonesia sendiri pernah ditayangkan di RCTI dan Global TV.

Klik Gambar untuk menuju link download















Klik Gambar untuk menuju link download

Ikuti update logo selanjutnya hanya di Zona Artikel ..
Continue reading...

Rabu, 08 Oktober 2014

Sejarah Kerajaan Kediri


Kerajaan Kediri terletak di sebelah selatan Sungai Brantas di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Kerajaan Kediri mengalarni bebepa kali pergantian raja, diantaranya Raja Sri Bameswara (1117 – 1130 M), Raja Jayabaya (1135 – 1157 M), Raja Sri Sarewara (1159 – 1161 M), Raja Sri Aryswara (1162 – 1168 M), Raja Sri Gandra (1169 – 1171 M), Raja Kameswara dan Raja Kertajaya.

Kerajaan Kediri mencapai puncak kemakmuranya pada masa pemerintahan Jayabaya yang dikenal dengan ramalannya. Beliau pemah mengarang Kitab Nujum Jayabaya. Pada masa pemerintahannya hidup dua orang pujangga yaitu Empu Sedah dan Empu Panuluh. Empu Sedah mengarang Kitab Bharata Yudha. tetapi tidak selesai karena Empu Sedah meninggal dunia. Kemudian, penulisan kitab tersebut dilanjutkan oleh Empu Panuluh. Beliau juga mengarang Kitab Gatutgaca Sraya dan Kitab Hariwangsa.

Pada tahun 1182 yang memerintah Kerajaan Kediri ialah Kameswara dengan Permaisurinya Sri Kirana atau Candra Kirana. Pada masa pemerintahannya hidup seorang pujangga bernama Empu Dharmaraja yang mengarang Kitab Smaradhahana dalam bentuk kakawihan. Dalam kitab tersebut dituliskan bahwa Raja Kameswara sebagai titisan Dewa Kamajaya dan permaisurinya disamakan dengan Dewi Ratih sebagal dewi kecantikan.

Raja Kameswara digantikan oleh Kertajaya yang merupakan raja terakhir Kediri Kertajaya memerintah dan tahun 1190 sarnpai dengan 1222. Pada masa Kerajaan Kediri semakin mundur karena, Kertajaya kurang bijaksana dalam mengolah pemerintahan serta sering berselisih dengan para Brahmana sehingga kurang berwibawa dan tidak disukai.

Pada Tahun 1222 Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok. Petempuran Kertajaya dan Ken Arok berlangsung di Desa Ganter. Kemudian, pusat pemerintahannya dipindahkan ke Tumapel yang selanjutnya disebut Singasari.



Sumber : buku PT.Sarana Panca Karya Nusa
Continue reading...

Senin, 06 Oktober 2014

Sejarah Kerajaan Tarumanegara



Kerajaan Tarumanegara berdiri pada abad ke-5, terletak di daerah Bogor, Jawa Barat. Rajanya bernarna Purnawarman. Dari nama kerajaan itu tercantum nama “TARUM”. Tarum adalah jenis tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dibuat nila.Kemungkinan nama ini ada hubungannya dengan narna sungai terpanjang di Jawa Barat, yaitu Sungai Citarum.

Ada tujuh buah prasasti yang ditemukan dalam bahasa Sanskerta dengan menggunakan huruf Pallawa sebagai bukti berdirinya kerajaan Tarumanegara yaitu Prasasti Ciaruteun, Prasasti Pasir Jambu, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Pasir Awi, Prasasti Cianten, Prasasti Cidanghiang, dan Prasasti Tugu.

Prasasti Ciaruteun terletak di tepi Sungai Ciaruteun, anak sungai Cisadane, di daerah Ciampea Bogor. Pada prasasti ini terdapat gambar telapak kaki Purnawarman yang seperti kaki Dewa Wisnu yang mengisahkan bahwa Purnawarman adalah seorang raja di negeri Taruma yang gagah berani. Adapun Prasasti Pasir Jambu/Prasasti Pasir Koleangkak ditemukan di bukit yang bernama Koleangkak di daerah perkebunan jambu kira-kira 30 km, sebelah barat Bogor. Dalam prasasti ini pertama kalinya disebutkan nama negara Tarumanegara.

Selanjutnya, Prasasti Kebon Kopi terletak di Kampung Hilir, Cibungbulang Bogor. Prasasti Pasir Awi terletak di daerah Pasir Awi Bogor.

Prasasti Cianten terletak di Muara Cianten Bogor, prasasti ini ditulis dengan aksara ikal dan belum bisa dibaca sehingga isinya belum bisa diketahui. Sementara itu, Prasasti Cidanghiang atau Prasasti Lebak diternukan di Kampung Lebak di pinggir Sungai Cidanghiang, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti Tugu terletak di Desa Tugu Cilingcing Jakarta. Dalam prasasti ini disebutkan dua buah sungai yang digali oleh Raja Pumawarman sepanjang 12 km dalarn waktu 21 hari dan dilakukan upacara selarnatan dengan memberikan hadiah seribu ekor lembu pada Brahmana.

Penyebab runtuhnya Kerajaan Tarumanegara tidak diketahui secara jelas. Namun, diperkirakan runtuhnya Kerajaan Tarumanegara ini erat kaitannya dengan rnunculnya Kerajaan Sriwijaya di Sumatra, yang pada abad ke-7 memperluas daerah kekuasaannya.

Berita tentang kerajaan tarumanegara banyak ditulis oleh seorang musafir Cina, yang bernama Fa Hian.


Gambar 2.1 - Letak Kerajaan Tarumanegara

Gambar 2.2 - Prasasti Ciaruteun

Sumber : buku PT.Sarana Panca Karya Nusa
Continue reading...

Sejarah Kerajaan Kutai



Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Berdiri pada abad ke-4 Masehi. Kerajaan ini letaknya di Muara Kaman, tepatnya di tepi Sungai Mahakam, sekarang bernama Tenggarong (ibu kota Kabupaten Kutai) di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Raja Kutai yang pertama adalah Kudungga. Setelah beliau wafat digantikan oleh putranya yang bernama Aswawarman. Kerajaan Kutai mencapai puncak kejayaannya pada zarnan pemerintahan Mulawarman yang merupakan putra mahkota dan Aswawarrnan.

Keberadaan Kerajaan Kutai diketahui dan prasasti yang ditemukan di Muara Kaman. Isi prasasti itu dipahatkan pada tujuh buah yupa dengan menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Yupa merupakan sebuah tiang batu yang biasa digunakan untuk mengikatkan hewan kurban pada masa itu.

Dalam ketujuh yupa itu ditulis silsilah Kerajaan Kutai, rnulai dan pernerintahan Kudungga, Aswawarman hingga Mulawarman yang membawa Kutai kepada puncak kejayaannya. Dalam yupa tersebut diceritakan bahwa Raja Mulawarman telah memberikan banyak sedekah kepada rakyat dan para Brahmana berupa emas, lampu dan sapi sebanyak 20.000 ekor.

Gambar 1.1 - Yupa

Gambar 1.2 - Letak Kerajaan Kutai

Sumber : buku PT.Sarana Panca Karya Nusa
Continue reading...
 

Visitor Online

Followers

Zona Artikel Copyright © 2011 Not Magazine Transparent 3 Column is Designed by Yudi