Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Februari 2014

Meletusnya Gunung Kelud Tertulis didalam Al-Qur'an Subhanallah




Tanggal 13 Bulan 2 (Surat 13 ayat 2): "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. ALLAH MENGATUR URUSAN (Makhluk-Nya), MENJELASKAN TANDA-TANDA (Kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu."

Meletus Jam 22:49, 22:50 (Surat 22:49-50) : Katakanlah:"Haimanusia, sesungguhnya Aku adalah seorang PEMBERI PERINGATAN YANG NYATA kepadamu." Maka ORANG-ORANG YANG BERIMAN DAN BERAMAL SALEH, BAGI MEREKA AMPUNAN DAN REZKI YANG MULIA.

Tahun 2014 (Surat 20:14) : "Sesungguhnya Aku ini adalah ALLAH, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka SEMBAHLAH AKU dan DIRIKANLAH SHALAT untuk MENGINGAT AKU."

SUBHANALLAH
Continue reading...

Senin, 15 April 2013

Majlis Syura dan Ahlul Halli Wal’aqdi


1 Pengertian Majlis Syura dan Ahlul Halli Wal’aqdi
a Pengertian Majlis Syura
Majlis Syura menurut bahasa artinya tempat musyawarah, sedangkan menurut istilah ialah lembaga permusyawaratan rakyat. Jelasnya, majlis syura ialah suatu badan Negara yang bertugas memusyawarahkan kepentingan rakyat. Di Negara Indonesia dikenal dengan MPR dan DPR.

Pada mula berdirinya, yakni pada zaman Rasulullah SAW. dan Klulafaur Rasyidin, musyawarah dilakukan di mesjid atau di tempat yang mereka kehendaki untuk bermusyawarah, tidak dalam bagunan tertentu, lembaga tertentu, dan tata tertib tertentu pula. Berbeda dengan jaman sekarang, manusia semakin banyak jumlahnya, memiliki keinginan politik yang beragam, sehingga memerlukan suatu lembaga resmi, tempat yang resmi dan tata tertib musyawarah atau sidang.
b Pengertian Ahlul Halli Wal’aqdi
Ahlul Halli Wal’aqdi ialah anggota Majlis Syura sebagai wakil-wakil rakyat. Ahlul Halli Wal’aqdi di negara Indonesia adalah para anggota DPR/MPR dan DPRD Tk.1 dan 2. Para ulama fiqih menyatakan bahwa anggota Ahlul Halli Wal’aqdi adalah para alim ulama dan kaum cendikiawan yang dipilih langsung oleh mereka. Dengan demikian, Ahlul Halli Wal’aqdi harus mencakup dua aspek penting, yaitu; mereka harus terdiri dari para ilmuwan dan alim ulama, mereka semua harus mendapat kepercayaan dari rakyat, artinya kepemimpinannya harus berasaskan demokrasi.
2 Syarat-syarat menjadi anggota Majlis Syura
Para anggota Majlis Syura ialah orang-orang yang mempunyai jabatan dan kedudukan penting dalam Negara. Oleh sebab itu, untuk dapat diangkat menjadi anggota Majlis Syura haruslah orang-orang yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a
Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT
b
Dipilih langsung oleh rakyat, sesuai dengan prinsip demokrasi
c
Berkepribadian tinggi (adil, jujur, dan bertanggung jawab)
d
Memiliki ilmu pengetahuan yang memadai sesuai dengan keahliannya
e
Ikhlas, dinamis, dan kreatif
f
Berani dan teguh pendirian
g
Peka dan penuh perhatian terhadap kepentingan rakyatm tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, golongan, dan sebagainya
3 Hak dan kewajiban Majlis Syura
Majlis Syura, sebagaimana layaknya lembaga perwakilan rakyat memiliki hak dan kewajiban, di antaranya sebagai berikut :
1
Mengangkat dan memberhentikan khalifah (kepala negara)
2
Berperan sebagai penghubung antara rakyat dengan khalifah, yaitu mengadakan rapat atau musyawarah dengan khalifah tentang berbagai hal yang berkenaan dengan kepentingan rakyat
3
Membuat undang-undang bersama khalifah untuk memantapkan pelaksanaan hokum Allah
4
Menetapkan anggaran belanja negara
5
Merumuskan gagasan demi cepatnya pencapaian tujuan Negara
6
Menetapkan atau merumuskan garis-garis besar haluan Negara yang akan dilaksanakan oleh khalifah
7
Selalu hadir dalam setiap persidangan Majlis Syura
Sumber Artikel
Continue reading...

Minggu, 07 April 2013

Tanda-tanda Husnul Khatimah


“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki”. (QS.Ali Imran: 169)

Di antara tanda-tanda husnul khatimah :
1. Mengucapkan kalimat syahadat  saat datangnya ajal. Banyak hadits tentang hal ini, di antaranya sabda Nabi saw : “Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah Laa ilaaha illallah” maka ia akan masuk  surga”.

2. Meninggal dalam keadaan kening berkeringat. Berdasarkan hadits Buraidah bin Al-Khusaib ra bahwa ia berada di  Negeri Khurasan, lalu suatu ketika ia menjenguk saudaranya yang sedang sakit dan mendekati ajalnya. Dahinya berkeringat, maka Buraidah mengatakan, “Allahu Akbar, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Seorang mukmin itu wafatnya dalam keadaan berkeringat keningnya”.

3. Meninggal pada malam Jum’at atau siang harinya. Nabi  saw bersabda: “Tidaklah seorang muslim meninggal pada Hari Jum’at atau malam Jum’at melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah kubur”

4. Mati syahid di medan perang. Allah berfirman: "Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman" (Q.S Ali Imran 169-171)

Nabi saw bersabda: "Orang yang mati syahid akan mendapatkan enam  hal: Akan diampuni dosanya di saat menetes darahnya yang pertama.  Dapat menyaksikan tempatnya di surga. Terhindar dari siksa kubur. Aman dari ketakutan yang dahsyat. Dihiasi dengan perhiasan iman. Dinikahkan dengan bidadari dan diberi izin untuk memberi syafaat pada tujuh puluh orang dari kerabatnya".

5. Mati dalam berperang di jalan Allah. Berdasarkan sabda Nabi saw : "Menurut kalian siapakah orang yang mati syahid itu? Para shahabat menjawab: "Wahai Rasulullah SAW, orang yang terbunuh di jalan Allah, dialah yang matinya dalam keadaan syahid. Nabi SAW bersabda: "Kalau demikian orang yang mati syahid dari umatku sedikit sekali. Para shahabat lalu bertanya: Kalau begitu siapa mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Siapa yang terbunuh di jalan Allah, maka ia mati syahid, siapa yang mati di jalan Allah, maka dia mati syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit tha'un maka dia mati syahid, siapa yang mati karena sakit perut maka dia mati syahid, dan orang yang tenggelam  matinya syahid"

6. Mati karena wabah penyakit. Ada beberapa hadits berkaitan dengan hal ini, di antaranya: “Wabah penyakit tha’un itu adalah mati syahid bagi setiap muslim”

7. Mati karena sakit perut, berdasarkan sabda nabi SAW dalam hadits di atas: "….. Siapa yang mati karena sakit perut maka dia mati syahid"
8. Mati tenggelam dan terbakar, berdasarkan sabda Nabi saw: "Orang yang mati syahid itu ada lima: orang yang mati karena wabah penyakit, orang yang mati karena sakit perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan bangunan, dan orang yang mati syahid di jalan Allah"

9.  Meninggalnya seorang wanita yang melahirkan anaknya di saat nifas. Berdasarkan hadits 'Ubadah bin Shamit ra bahwa Rasulullah saw menjenguk Abdullah bin Rawahah ra 'Ubadah mengatakan bahwa Rasulullah tidak jauh dari tempat tidurnya. Beliau saw bersabda: "Tahukah (kalian) siapa orang yang mati syahid dari ummatku? Para shahabat menjawab: "Seorang muslim yang dibunuh. Lalu Nabi saw bersabda: "Kalau demikian orang yang mati syahid dari umatku sedikit sekali, Terbunuhnya seorang muslim adalah syahid baginya, siapa yang mati karena wabah penyakit maka dia mati syahid, seorang wanita yang meninggal dengan sebab anaknya di saat nifas maka ia mati syahid, anaknya akan menuntunnya ke surga"
10. Mati terbakar. Dan Penyakit pinggang (memar atau angin yang tertahan dipinggang (semacam angin duduk) dan menyebabkan rasa sakit dan sesak nafas), Banyak hadis yang masyhur tentang hal ini. Dari Jabir bin 'Utaik secara marfu': "Orang yang mati syahid selain orang yang meninggal di jalan Allah ada tujuh: "Orang yag meninggal karena penyakit tha'un, orang yang tenggelam, Dan Penyakit pinggang, orang yang meninggal karena sakit perut, orang yang mati terbakar, orang yang tertimpa reruntuhan bangunan, dan seorang wanita yang meninggal di saat nifas, maka ia mati syahid"

11. Meninggal karena terserang penyakit TBC, berdasarkan sabda Rasulullah saw: "(Orang) yang terbunuh di medan perang mati syahid, wanita yang meninggal di saat nifas mati syahid, orang yang terbakar mati syahid, orang yang tenggelam mati syahid, orang yang meninggal karena terserang penyakit TBC mati syahid, dan orang yang mati karena sakit perut mati syahid"

12. Mati karena mempertahankan harta yang akan dirampok. Terdapat beberapa hadits dalam hal ini, di antaranya: "Orang yang meninggal karena mempertahankan hartanya (dalam sebuah riwayat: orang yang diambil hartanya dengan jalan yang tidak benar, lalu ia mempertahankannya kemudian terbunuh"

13. Mati karena membela agama dan jiwa. Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka dia mati syahid, siapa yang terbunuh karena membela keluarganya maka ia mati syahid, orang yang terbunuh karena membela agama maka dia mati syahid, dan orang yang terbunuh karena membela jiwanya maka dia mati syahid"

14. Mati di saat berjaga di jalan Allah. Terdapat dua hadits, salah satunya: "Berjaga (ketika jihad) adalah lebih baik (nilainya) dari berpuasa dan shalat malam selama sebulan, seandainya ia meninggal, maka akan diteruskan amalannya, rizkinya akan mengalir, dan ia akan aman dari para penanya di alam kubur" (H.R Muslim)

15. Mati ketika beramal shaleh, berdasarkan sabda Nabi saw: "Barangsiapa yang mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah hanya karena mengharap wajah Allah, maka ia akan diwafatkan dengan (mengucapkan) kalimat tersebut, ia akan masuk surga. Barangsiapa yang berpuasa hanya karena mengharap wajah Allah, maka akan dijadikan akhir hayatnya dalam keadaan berpuasa, ia akan masuk surga dan barangsiapa yang bersedekah dengan hanya mengharap wajah Allah, maka akan dijadikan akhir kehidupannya dalam keadaan bersedekah, ia akan masuk surga"

16. Orang yang dibunuh oleh penguasa yang dzolim, disebabkan ia menasehatinya. berdasarkan sabda Nabi saw: "Penghulunya para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan orang yang mendatangi penguasa yang dzalim, lalu ia memerintahkan dan melarangnya (maksudnya menasehatinya) lalu ia dibunuh (oleh penguasa tersebut)".

Begitu pula pujian kebaikan dari orang-orang sholeh pada si mayit, paling sedikitnya dua. Terdapat beberapa hadist tentang hal ini, di antaranya:

Dari Anas ra berkata: (suatu ketika) ada jenazah lewat di hadapan Nabi saw, lalu jenazah tersebut mendapat pujian kebaikan. Orang-orang mengatakan: Sepanjang pengetahuan kami ia mencintai Allah dan Rasul-Nya. Maka Nabi saw bersabda: "Wajib baginya, wajib baginya, wajib baginya". Kemudian datanglah jenazah lain, tetapi banyak orang yang mencelanya. Mereka mengatakan: "Seburuk-buruk orang dalam agama Allah". Maka Nabi saw bersabda: "Wajib baginya, wajib baginya, wajib baginya".

Umar lalu bertanya: "Ayah dan ibuku menjadi tebusan bagimu. Tadi ada jenazah lewat lalu mendapatkan pujian, maka engkau mengatakan: "Wajib baginya, wajib baginya, wajib baginya". Dan lewat jenazah yang lain, lalu mendapat celaan, maka engkau mengatakan: "Wajib baginya, wajib baginya, wajib baginya". Maka Rasulullah SAW menjawab: "Siapa yang kalian puji dengan kebaikan, maka wajib baginya surga, dan siapa yang kalian cela, maka wajib baginya neraka. Orang-orang yang beriman adalah saksi Allah di muka bumi. Allah memiliki para malaikat yang mengucapkan sesuai dengan penilaian Bani Adam terhadap seseorang, baik itu kebaikan atau keburukannya.

Dari Abul Aswad Ad-Daili berkata: Aku mengunjungi Madinah ketika terjadi wabah sehingga terjadilah kematian dengan cepat. (Suatu saat) aku duduk di samping Umar bin Khattab ra, tiba-tiba lewatlah jenazah, lalu jenazah tersebut mendapat pujian. Maka Umar berkata: "Wajib". Lalu aku bertanya: "Apa yang wajib wahai Amirul Mukminin?" Beliau menjawab: "Aku mengatakan sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi saw: "Seorang muslim siapapun dia yang mendapat kesaksian kebaikan dari empat orang, maka    Allah   akan    memasukkannya ke surga".   Maka  kami  bertanya:  Tiga orang.

Nabi menjawab: "Begitupula (kesaksian) tiga orang". Kemudian kami bertanya lagi: "Dua orang". Maka Nabi menjawab: " Begitupula (kesaksian) dua orang". Kami tidak bertanya kalau satu orang.

Siapa yang selalu ingat, berdzikir dan mencintai Allah dalam hidupnya, maka ia akan memerlukan amalan-amalan tadi di saat ruhnya keluar menuju Allah Tabaraka wa Ta'ala. Sebaliknya siapa yang sibuk dengan selain Allah di saat hidupnya, maka akan berat baginya untuk ingat pada Allah ketika menjelang maut jika ia tidak mendapat pertolongan dari Allah. Karena itulah, sudah selayaknya bagi orang yang berakal untuk selalu melazimkan hati dan lisannya untuk berdzikir dan taat pada Allah dimana pun ia berada, untuk menghadapi saat sakaratul maut yang seandainya luput darinya (maksudnya tidak mengingat Allah di saat itu-pent), maka ia akan celaka selama-lamanya. Ya Allah perbaikilah jiwa-jiwa kami dengan dzikir kepadaNya, cinta, dan mengenal-Mu. Sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya.
Continue reading...

Jiwa Tauhid Memberantas Sifat Takut


“Sesungguhnya orang-orang  yang mengatakan: Allah itu Tuhan kami, kemudian mereka berpendirian teguh (istiqamah), maka  malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (berkata): Jangan kamu takut dan jangan berduka-cita, dan terimalah berita gembira memperoleh surga yang telah dijanjikan kepada kamu.  Kami menjadi pelindung kamu dalam kehidupan di dunia ini dan di hari akhirat. Di sana kamu memperoleh semua apa yang menjadi keinginan jiwamu (hatimu)  dan di sana kamu memperoleh semua apa yang kamu minta.” (Fushilat : 30-32)

Takut adalah penyakit rohaniah
Dalam suatu perjuangan seringkali manusia dikalahkan oleh musuh-musuh yang bercokol dalam  tubuhnya  sendiri,    yang    menjadi musuh  dalam  selimut dan merupakan penyakit rohaniah. Penyakit itu di antaranya adalah sifat takut.

Perasaan  takut  itu  adalah satu gejala kejiwaan yang amat berbahaya. Rasa takut  timbul  karena  jiwa tidak kuat menghadapi masalah-masalah atau tantangan yang dihadapi. Adakalanya juga karena memang ditakut-takuti, diintimidasi, mendapat teror mental dan fisik,   khawatir kalau dipencilkan, dipecat, ”periuk nasi akan terbalik” (kehilangan sumber hidup), dan berbagai kesangsian lainnya. Acapkali pula kekhawatiran itu dianggap terlalu besar, bahkan ada juga orang yang takut kepada bayang-bayang, hantu di siang bolong, dan lain-lain.

Ada ahli fikir yang mengibaratkan rasa takut semacam ini sebagai suatu penjajahan. Bentuk penjajahan tersebut bermacam-macam, ada yang datang dari dalam dan luar. Orang yang masih dijajah oleh rasa takut pada hakikatnya belum merdeka, masih dikuasai oleh satu penjajahan besar. Mohammad Natsir pernah mengatakan bahwa ”Penjajah yang lahir itu hanyalah manifestasi dari induk-penjajah, yang bernama rasa takut. Rasa takut ini melumpuhkan jiwa, menghilangkan inisiatif, dan mematikan daya cipta suatu masyarakat.”

Hanya dalam satu hal ada kebaikan rasa takut itu, yaitu takut dalam kesalahan, takut menegakkan benang basah atau yang bathil, seperti yang disebutkan dalam peribahasa : ”Takut karena salah, berani karena benar”.

Pada saat seseorang dihinggapi rasa takut ketika memulai suatu usaha atau pekerjaan, pada hakikatnya pada saat itu juga dia sudah mengahadapi kegagalan. Perhatikanlah seorang pengusaha yang takut menghadapi kerugian, dia tidak berani membuat transaksi besar dan akhirnya ia akan tetap menjadi tukang warung sepanjang zaman.

Salah satu akibat yang fatal dari rasa takut itu ialah semangat maju-mundur dalam menghadapi suatu hal. Hati dari dalam mengatakan supaya maju, tapi kaki menggerakkan supaya mundur. Yang lebih celaka lagi, orang-orang yang dicekam rasa takut itu pada umumnya tidak memiliki harga diri dan prestise yang dinamakan ’iffah.

’Iffah itu ialah naluri pembelaan terhadap diri sendiri apabila diperlakukan orang dengan perilaku yang tidak wajar. Orang-orang yang dihinggapi rasa takut itu akan ”menelan” saja hinaan yang dilemparkan kepadanya, walaupun hati kecilnya mengatakan perbuatan itu tidak pantas dan tidak adil. Dia tidak berani menantang dan melawan , sebab dihambat oleh rasa takut. Berbeda halnya orang yang mempunyai ’iffah itu, seluruh urat syarafnya akan bergerak, darahnya mengalir dan mendidih, dihadapinya tanpa bimbang walaupun posisi dan kekuatan lawannya itu jauh lebih besar.

Dapat disimpulkan bahwa rasa takut itu adalah suatu penyakit rohani yang harus diberantas.

Jiwa Tauhid memberantas rasa takut.
Salah satu kekuatan yang paling ampuh untuk memberantas rasa takut ialah dengan mempertebal dan menghayati jiwa Tauhid. Yaitu kepercayaan yang bulat dan tunggal terhadap kekuasaan Illahi. Dalam segala situasi dan kondisi senantiasa diingat kebesaran dan kekuasaan Allah dan hanya merasa takut kepada-Nya saja.

Pada ayat yang dikutip di atas, ditegaskan bahwa saripati Tauhid itu dirangkaikan dalam pengakuan yang bulat dan mutlak bahwa Tuhan itu ialah Allah (Rabbunallah), dan supaya pengakuan itu dipegang teguh (istiqamah) dalam setiap keadaan.

Dalam menafsirkan Rabbunallah itu, Sayid Quthub dalam tafsir ”Fi Zilalil Quran” (jilid VII) menyatakan:
”Perkataan Rabbunallah bukanlah semata-mata diucapkan saja. Tetapi menjadi dasar akidah di dalam jiwa, jalan yang sempurna dalam kehidupan untuk menghadapi setiap keadaan dan perkembangan. Menjadi landasan berfikir dan menimbang bagi manusia dalam setiap hubungan dan kegiatan dalam wujud ini.” Selanjutnya dinyatakan:
  1. Rabbunallah, hanya kepada Allah manusia mengabdi dan (menyembah); kepada-Nya muka dihadapkan; hanyalah Dia yang ditakuti, dan Dia-lah yang menjadi tempat bersandar dan bergantung.
  2. Rabbunallah, berarti tidak ada yang dapat menimpakan bala kepada seseorang kecuali Dia; tidak ada yang ditakuti dan tidak ada yang dipandang selain  Allah.
  3. Rabbunallah, berarti setiap yang timbul, pikiran dan takdir menghadap kepada-Nya dan mengharapkan ridha-Nya.
  4. Rabbunallah, berarti tidak ada tempat meminta keadilan kecuali kepada-Nya; tidak ada pimpinan kecuali petunjukNya
  5. Rabbunallah, berarti setiap orang dan benda yang berada di alam semuanya bergantung kepada Allah.
  6. Rabbunallah, adalah jalan yang menuju kepada tujuan itu, bukanlah hanya kalimat yang sekedar diucapkan dan bukan pula sebagai pengikat yang tak ada kaitannya dengan peristiwa dalam kehidupan. 
Akhirnya Sayid Quthub mneyimpulkan, bahwa ketetapan hati (istiqamah) yang berlandasakan Rabbunallah (hanya Allah-lah Tuhan kita), adalah tali yang teguh dan kuat, yang membuat mental dan fisik bisa bertahan merupakan pegangan hidup. Istiqamah menumbuhkan sikap sabar dalam memikul semua beban, tidak ragu-ragu mengahadapi kesulitan demi kesulitan. Siapa yang mempersunting sikap jiwa yang demikian, dia akan menerima nikmat yang besar.

Semangat tauhid yang memantul dari pengakuan Rabbunallah itu mampu memberantas rasa takut yang menjadi rintangan bagi manusia dalam menentukan pendirian, dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun.

Efek jiwa Tauhid
Adapun efek jiwa dan semangat Tauhid itu berdasarkan ungkapan pada ayat tersebut ada 5 macam, yang dapat dihayati dalam kehidupan di dunia ini maupun dalam kehidupan di akhirat kelak. Kelima nilai-nilai tersebut ialah:
1)     Memberantas rasa takut

2)     Menghilangkan semangat dukacita

Dukacita dalam kehidupan dan perjuangan adalah sikap jiwa yang negatif. Dukacita (risau) atau murung membuat manusia selalu bermenung, berkhayal, membuat ”istana di awang-awang”, menghilangkan energi, statis, tidak mempunyai gairah dan lain-lain. Fikiran selalu dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman pahit dan kegagalan di masa lampau dan tidak berusaha menarik pelajaran dari peristiwa itu.

3)     Mempunyai semangat pengharapan
Senantiasa mempunyai semangat pengharapan (optimisme), sebab percaya sepenuhnya janji Ilahi yang akan menganugrahkan taman kehidupan yang indah (surga) bagi orang-orang yang berpegang kepada Tauhid Uluhiyah (meng-Esakan Allah) dan melaksanakan Tauhid Ubudiyah (berbakti dan menyembah Allah)

4)     Menikmati kebahagiaan dunia dan akhirat 
Allah SWT akan bertindak sebagai Pelindung terhadap orang-orang yang berjiwa Tauhid, mengaruniakan nikmat baik dalam kehidupan di dunia ini maupun dalam kehidupan di akhirat.

5)     Sukses dalam mencapai cita-cita
Segala sesuatu yang diinginkan akan dipenuhi Ilahi, diberikan kemudahan dan sukses untuk mencapai cita-cita, segala permintaan akan diperkenankan.

Demikianlah pengaruh  jiwa tauhid itu,  bukan    saja    untuk    memberantas  rasa takut, kerisauan, sifat murung dan sikap-sikap jiwa lainnya yang negatif, tetapi selain dari itu merupakan sumber yang akan memancarkan sikap jiwa yang positif dalam menghadapi pasang-naik dan pasang surut kehidupan ini.
Continue reading...

Selasa, 07 Agustus 2012

Memahami Perbedaan Khalifah dengan Khilafah


1 Pengertian dan tujuan khilafah
a Pengertian khilafah
Khilafah menurut bahasa ialah pergantian, kepemimpinan, dan pemerintah. Sedangkan menurut istilah, khilafah ialah penggantian kepemimpinan terhadap diri Rasulullah saw. dalam menjaga dan memelihara agama serta mengatur urusan dunia. Jelasnya, yang disebut khilafah yaitu suatu lembaga kekuasaan yang menjalankan tugas-tugas Rasulullah saw. dalam memelihara, mengurus, mengembangkan, dan menjaga agama serta mengatur urusan duniawi umat Islam.

Selain itu, khilafah juga dapat disebut dengan Imamah ‘Udzma atau Imarah ‘Udzma. Pemegang kekuasaan Khilafah disebut Khalifah, pemegang kekuasaan Imamah disebut Imam, dan pemegang kekuasaan Imarah disebut Amir.
b Tujuan khilafah
Khilafah mempunyai tujuan yang mulia, yaitu untuk memelihara agama Islam dan mengatur terselenggaranya urusan umat manusia agar tercapai kesejahteraan dunia dan akhirat sesuai dengan ajaran Allah SWT.

Tujuan khilafah yang lebih rinci adalah :
  1. Melanjutkan kepemimpinan agama Islam setelah wafatnya Rasulullah saw.
    (bukan untuk menjadi atau menggantikan kedudukan sebagai Nabi, setelah wafatnya beliau, karena nabi Muhammad saw. adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWT. dan tidak akan ada nabi atau Rasul setelahnya).
  2. Untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin yang dilengkapi aparat-aparat pemerintah.
  3. Untuk menjaga stabilitas negara dan kehormatan agama.
  4. Untuk membentuk suatu masyarakat yang hidupnya subur, makmur, sejahtera dan berkeadilan, serta mendapat ampunan dari Allah SWT.
Ketika Rasulullah saw. masih hidup, tugas untuk melaksanakan tujuan tersebut langsung ditangani sendiri oleh beliau, sebagai pemerintah percontohan (uswatun hasanah). Namun, setelah beliau wafat, tentu tugas itu tidak boleh berhenti karena akan terjadi kekosongan pemerintahan yang menyebabkan kekacauan tata kehidupan umat. Oleh sebab itu, para sahabat Rasulullah saw. tampil sebagai pengganti beliau dan diangkat secara demokratis, berdasarkan musyawarah mufakat.
2 Dasar-dasar khilafah
Khilafah dibentuk atas dasar-dasar sebagai berikut :
  1. Dasar menegakkan kalimat Tauhid; Khilafah yang dibentuk oleh Rasulullah saw. memiliki prinsip untuk menegakkan kalimat Allah SWT., serta memudahkan penyebaran Islam kepada seluruh umat manusia. Dalam dasar negara kita terdapat sila Ketuhanan Yang Maha Esa. (Perhatikan Q.S. Al-Baqarah: 163).
  2. Dasar ukhuwah Islamiyah atau prinsip persaudaraan dan persatuan. Khilafah dimaksudkan untuk menggalang persatuan dan persaudaraan dalam Islam. (Perhatikan Q.S. Ali Imran: 103).
  3. Dasar adanya persamaan derajat sesama umat Islam sebagai landasan dibentuknya khilafah. Prinsip ini sesuai dengan ajaran Islam yang menegaskan bahwa setiap umat manusia derajatnya sama, yang membedakannya hanyalah ketakwaan semata. (Lihat Q.S. Al-Hujurat: 13).
  4. Dasar musyawarah untuk mufakat atau kedaulatan rakyat. (Lihat Q.S. Asy-Syura: 38)
  5. Dasar keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh umat, khususnya umat manusia yang berada di bawah naungan khilafah yang bersangkutan. Atas dasar prinsip ini, khilafah harus menegakkan persamaan hak bagi segenap warganya. (Lihat Q.S. An-Nahl: 90).
3 Perbedaan Khilafah dan Khalifah
Sebagaimana telah dijelaskan pada pembahasan terdahulu, bahwa khilafah ialah suatu lembaga kekuasaan yang menjalankan tugas-tugas Rasulullah saw. dalam memelihara, mengurus, mengembangkan, dan menjaga agama serta mengatur urusan duniawi umat manusia.

Sedangkan khalifah ialah orang-orang yang melanjutkan tugas-tugas nabi Muhammad saw., sebagai Kepala Agama dan Kepala Negara, setelah beliau wafat. Namun tidak berarti menggantikan kedudukan nabi, sebab setelah nabi Muhammad saw. adalah tidak ada lagi nabi yang diutus Allah SWT.

Para khalifah yang menggantikan nabi Muhammad saw. setelah beliau wafat ada 4 orang, yaitu :
  1. Abu Bakar Shidiq,
  2. Umar bin Khatab,
  3. Ustman bin Affan, dan
  4. Ali bin Abi Thalib.
Mereka adalah para khalifah yang memimpin agama, juga memimpin negara dan pemerintah Islam. Artinya, mereka adalah para pemimpin yang bijaksana, sehingga dijuluki Khulafaur Rasyidin.
Sumber Artikel, Baca juga Majlis Syura dan Ahlul Halli Wal’aqdi
Continue reading...

Senin, 06 Agustus 2012

Tips untuk Remaja Muslim



Apakah kamu remaja muslim/muslimah yang sedang kesulitan untuk memelihara keimanan atau mensyiarkan Islam di tengah komunitas non muslim? atau mungkin teman-teman kamu sekarang anak-anak muslim yang ‘terlalu gaul’ sehingga melupakan ajarannya? atau mungkin saat ini kamu sedang belajar di negara orang yang mayoritas beragama non islam? Jika demikian, mohon luangkan waktu sedikit untuk membaca tips-tips berikut ini. Insya Allah ada hal positif yang bisa membantu kamu

1. Luruskan dan niatkan setiap kegiatan kamu hanya untuk Allah SWT.
Kapanpun, dimanapun dan apapun yang sedang kamu lakukan, baik sendirian maupun bersama teman-teman, usahakan selalu mengingat Allah SWT. Berdoalah dan niatkanlah semuanya hanya demi Allah SWT.
2. Praktekkan selalu apa yang kamu katakan.
Kerjakanlah selalu apa yang kamu katakan pada teman-teman. Yakinkan teman-teman kamu bahwa Islam memang menjadi panduan hidup dan selalu konsisten kamu kerjakan.
3. Teladani Al-Qur’an dan Sirah Rosulullah SAW dalam mensyiarkan Islam.
Banyak sekali pelajaran mengenai cara syiar Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam yang terdapat di Al-Qur’an dan Sirahnya. Gunakan itu sebagai panduan syiar Islam kamu.
4. Jangan menilai teman kamu hanya dari wajah atau penampilannya.
Terkadang wajah dan penampilan bisa menipu. Bisa saja teman kamu yang pendiam dan sopan ternyata punya pekerjaan sampingan sebagai penari striptis, atau sebaliknya, bisa saja teman kamu yang nyentrik dan gaul, ternyata adalah seorang muslim yang taat. Hadapilah setiap orang dengan sikap yang sama, seakan-akan kamu belum mengenal mereka.
5. Tersenyumlah
Banyak sekali kita jumpai muslim yang taat menunjukkan wajah serius bahkan terlihat sebal jika diantara kalangan non muslim. Salah! Seperti kata Pak Mario Teguh, Tersenyumlah! dan perhatikan apa yang terjadi
6. Ambillah inisiatif pertama jika bepergian bersama mereka.
Usahakan selalu ambil inisiatif pertama jika akan bepergian. Jauhkan teman-teman kamu dari tempat-tempat yang tidak baik.
7. Tunjukkan pada mereka bahwa Islam itu tetap relevan kapanpun juga.
Banyak orang yang beranggapan bahwa Islam itu kuno dan ketinggalan zaman. Tunjukkan pada mereka bahwa ajaran Islam itu relevan kapanpun juga.
8. Ajaklah mereka untuk ikut kegiatan sosial bersama kamu.
Ketika ada kegiatan amal atau sosial, ajaklah teman-teman kamu untuk ikut serta. Partisipasi mereka akan banyak berpengaruh positif pada kedekatan kamu dengan mereka, dan terbukanya hati mereka untuk menolong sesama.
9. Tanyakan kepada mereka 4 hal mendasar.
Pada setiap kesempatan, pancinglah mereka untuk menjawab 4 pertanyaan ajaib ini. Empat pertanyaan ini seringkali dapat dengan mudah mengarahkan pembicaraan kepada Allah dan Islam dengan halus.
  1. Apa tujuan hidup kamu dan apa yang membuat kamu bahagia secara jujur dari hati terdalam?
  2. Apa sih yang kamu percayai?
  3. Kepada siapa seharusnya kita berterimakasih atas semua nikmat ini?
  4. Apakah semua keberhasilan kamu sampai hari ini tanpa bantuan orang lain?
10. Lakukan dan tunjukkan kepada mereka bahwa sholat 5 waktu itu terpenting dari semua kegiatan.
Tunjukkan pada mereka bahwa sholat 5 waktu itu adalah yang terpenting dalam semua waktu kamu. Katakanlah pada mereka bahwa itulah saat-saat kita berhubungan langsung dengan Allah SWT dan saat itu, kita bisa meminta bantuan apapun kepada-Nya. Jika teman kamu sedang menghadapi masalah, ajaklah dia untuk berdoa atau bahkan ikut sholat dengan kamu.
11. Angkatlah sikap-sikap orang dewasa yang positif di depan teman-temanmu.
Seringkali anak-anak muda menganggap orang dewasa (termasuk orang tua mereka) kuno dan -maaf- ‘bodoh’. Tunjukkan rasa hormat kamu pada orang-orang dewasa dan pujilah sikap orang dewasa yang positif, misalnya: ketika ada yang menolong anak muda lain, atau ketika ada da’i yang memberikan dakwah yang menarik, atau ketika ada yang memberi sumbangan dana untuk bencana, dll. Hal-hal itu tidak hanya akan membuka perspektif baru bagi teman-teman kamu, tapi juga akan membuat mereka lebih hormat pada orang tua mereka. Ingatlah, hormat kepada orang tua sangat dinilai tinggi dalam Islam.
12. Dukunglah dan bantulah teman kamu yang meneladani atau mulai mengikuti ajaran Islam.
Ketika pada akhirnya ada seorang teman kamu yang tertarik dan berusaha mengikuti ajaran Islam, segera bantu dan dukunglah dia semaksimal mungkin. Hadirlah selalu di dekatnya agar imannya yang masih lemah terus terbina dengan kehadiran kamu.
Referensi: www.soundvision.com/info/parenting/teens/12tips.asp
Continue reading...

Tips Mencintai Rasulullah SAW


Cinta adalah sebuah anugerah yang Allah SWT berikan pada setiap hati makhluknya. Sebagai manusia yang memiliki akal, kita harus bisa menempatkan cinta itu pada Allah SWT dan manusia yang tepat, manusia yang dapat membimbing kita meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat, yaitu Rasulullah SAW. Lalu bagaimanakah cara kita agar dapat mencintai Rasulullah SAW sepenuh hati? Berikut adalah cara mencintai beliau sesuai syari’at Islam serta mencontoh para salaf ash-sholih:
  1. Tauhidkan (Esa-kan) Allah. Rasulullah SAW diutus Allah SWT untuk menyeru kita kembali meyakini bahwa Allah adalah satu dan melarang kita mendekati syirik. Dengan tauhid yang kuat dalam dada kita, insya Allah kita akan mudah mendekatkan pada ajaran beliau.
  2. Ikuti ajaran Rasulullah SAW dan menjauhi larangannya. Manusia akan selalu taat kepada orang yang dicintainya. Begitu juga orang yang mencintai Rasulullah SAW yang mulia, ia akan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti jejak beliau, bersegera mewujudkan teladannya dan bersegera menjahui larangannya.
  3. Perbanyaklah shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW. Bershalawat kepadanya memliki berbagai faedah dan manfaat diantaranya dapat mendatangkan kebajikan, dikabulkannya berbagai do’a, mendapatkan syafa’at, mendatangkan shalawat Allah atas hambanya, dan selamat dari kebakhilan.
  4. Bencilah orang yang Allah dan Rasul-Nya benci, musuhi orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, jauhi orang yang menyalahi sunnahnya, serta bencilah semua perkara yang menyalahi Syariat.
  5. Cintailah orang-0rang yang dicintai Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sangat mencintai isteri-isterinya, keluarganya, sahabat-sahabatnya dan seluruh umat Islam yang berpegang teguh pada ajarannya, maka cintailah pula mereka semua.
  6. Benarkan dan yakinilah berita-berita yang beliau sampaikan.
  7. Laksanakan ibadah kepada Allah dengan tata-cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, tanpa ditambah-tambah ataupun dikurangi.
  8. Cintailah beliau SAW melebihi kecintaan kepada diri sendiri, keluarga dan seluruh manusia.
  9. Belalah selalu ajaran Rasulullah SAW. Cara membela ajaran beliau adalah dengan menghafal, memahami dan mengamalkan hadits-hadits Rasulullah SAW. Hidupkan pula sunnahnya dan sebarkanlah kepada masyarakat.
Banyak sekali keutamaan yang akan kita dapatkan jika mencintai Rasulullah SAW sepenuh hati, diantaranya adalah:
  1. Mendapatkan kesempurnaan iman dan merupakan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah SWT.
  2. Akan bersama Rasulullah SAW di Akhirat
  3. Akan merasakan manisnya iman. Manisnya keimanan adalah merasakan lezatnya segala ketaatan dan siap menunaikan beban agama serta mengutamakan itu daripada seluruh materi dunia.
Referensi:
  1. “Katakanlah (wahai Muhammad), “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri (atau suami-suami) dan kaum keluarga kelian, juga harta yang kalian usahakan dan perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah tempat tinggal yang kalian sukai adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya (azab)-Nya. Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang fasik (derhaka).” (QS at-Taubah : 24).
  2. Pada suatu hari Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Tidak, demi Allah, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Maka berkatalah Umar, “Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri!” (HR. Al-Bukhari).
  3. “Demi Allah, salah seorang dari kalian tidak akan dianggap beriman hingga diriku lebih dia cintai dari pada orang tua, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari)
  4. Dari Anas bin Malik RA, “Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi SAW tentang hari kiamat, “Kapankah kiamat datang?” Nabi pun SAW menjawab, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang itu menjawab, “Wahai Rasulullah, aku belum mempersiapkan shalat dan puasa yang banyak, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya SAW” Maka Rasulullah SAW pun bersabda, “Seseorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai.” Anas pun berkata, “Kami tidak lebih bahagia daripada mendengarkan sabda Nabi SAW, ‘Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.’” Anas kembali berkata, “Aku mencintai Nabi SAW, Abu Bakar dan Umar, maka aku berharap akan bisa bersama mereka (di hari kiamat), dengan cintaku ini kepada mereka, meskipun aku sendiri belum (bisa) beramal sebanyak amalan mereka.” (HR. Al-Bukhari)
  5. Dari Anas bin Malik ra., dari Nabi saw., beliau bersabda: “Ada tiga hal, barang siapa melaksanakan ketiga-tiganya maka ia akan merasakan kelezatan iman: Orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cinta kepada yang lain, orang yang mencintai orang lain hanya karena Allah dan orang yang benci untuk kembali kekafiran sebagaimana benci untuk masuk ke dalam neraka.”(HR. Bukhari).
  6. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus di kalangan tiap-tiap umat seorang rasul (agar menyeru mereka). Hendaklah kamu menyembah Allah dan jauhi Taghut.” (QS al-Nahl : 36)
  7. “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan”. (QS. Al Anfaal (8): 24).
  8. “Apa yang Rasul perintahkan kjepada kalian, terimalah; apa yang Beliau larang atas kalian, tinggalkanlah”. (QS al-Hasyr : 7).
  9. “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [QS Al-Ahzaab: 56]
  10. Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah SAW. pernah bersabda: ‘Celakalah orang yang mendengar namaku disebut ia tidak mau bershalawat kepadaku, celakalah orang yang pada saat bulan Ramadhan datang, lalu berlalu begitu saja sebelum memperoleh ampunan, dan celakalah orang yang mendapatkan kedua orang tuanya telah tua, tetapi tidak menjadikan ia masuk surga.” (HR. Tirmidz)
  11. “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu ialah bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka (yang setia) itu, Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka…” (QS Al-Mujaadilah : 22).
  12. “Dan tiadalah yang diucapkannya itu, menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm: 3-4)
  13. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21).
  14. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan petunjukku, maka amalan itu akan ditolak.” (HR. Muslim)
  15. “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri” (QS. Al Ahdzab: 6)
  16. “Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. At Taubah: 120)
  17. Dari ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz beliau pernah menulis surat kepada Abu Bakr bin Hazm: “Perhatikanlah mana yang merupakan Hadits Rasulullah hendaklah kamu tulis karena aku khawatir musnahnya ilmu agama ini dan lenyapnya para ulama. Janganlah engkau terima riwayat selain Hadits Nabi saw. dan hendaklah kalian sebarkan ilmu Hadits ini dan hendaklah kalian duduk untuk mempelajarinya sampai orang yang tidak tahu diajari sebab ilmu ini tidak akan musnah sampai menjadi barang yang asing.” (HR. Bukhari)
  18. Huquq An-Nabi ‘Ala Umatihi Fi Dha’il Kitab Was Sunnah. Dr. Muhammad Khalifah Al-Tamimi
  19. Mahabbatu An-Nabi Wa Ta’zimuhu. Fahd bin Abdullah Al-Habisyi.
  20. http://www.pks-arabsaudi.org/pip//?pilih=lihat&id=203

Continue reading...

Minggu, 26 Februari 2012

Menengok Gambar Hari Kiamat untuk Memperkuat Iman


Gambaran hari kiamat telah diterangkan dengan jelas dalam beberapa surat yang ada dalam Al-Quran. Gambaran hari kiamat memberikan peringatan kepada kita akan beberapa hal, yaitu ada awal maka tentu akan ada akhir. Ada malam ada siang. Ada hujan ada kemarau. Segala sesuatu yang ada di dunia ini akan berakhir. Bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, tua, dan kemudian mati. Itulah peringatan dari gambaran hari kiamat.

Gambaran hari kiamat yang ada dalam kitab suci menandakan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti akan berakhir. Tak selamanya kita berada pada kondisi tertentu. Bila produk makanan ada tanggal kadaluwarsanya, pun dengan kita sebagai makhluk.

Gambaran Hari Kiamat - Apa yang Kita Lakukan Akan Dipertanggungjawabkan

Gambaran hari kiamat juga memberikan peringatan kepada kita bahwa apa yang kita lakukan di dunia ini pasti akan dipertanggungjawabkan. Ibarat sebuah ujian, selama di dunia kita akan selalu diwajibkan untuk mengerjakan ujian.

Saat ini, kita sedang mengikuti tes dan saat pengawas ujian meniupkan peluit tanda berakhirnya tes, tak ada yang bisa kita lakukan selain menyerahkan kertas ujian untuk dinilai. Tak ada waktu lagi bagi kita untuk menghapus lembar jawaban, memperbaiki, atau mengecek kembali karena waktu tes sudah habis. Pun dengan kehidupan kita di dunia ini.

Maka bila kita sadar bahwa saat ini kita sedang menjalankan tes sebagai makhluk-Nya, kita pasti akan mengerjakan soal-soal tes tersebut dengan sebaik-baiknya agar tidak remidi apalagi sampai tidak lulus.

Gambaran Hari Kiamat - Dunia Hanyalah “Mainan”

Dunia hanyalah mainan karena suatu saat akan berakhir. Kapan berakhirnya? Suka-suka yang membuat mainan. Seperti ketika kita bermain boneka atau robot, di dalamnya kita menentukan peran, lalu kita memprogram mainan kita sesuka hati kita. Kapan kita berhenti bermain? Apakah kita akan bermain selamanya? Tentu saja tidak.

Gambaran hari kiamat mengingatkan kepada kita agar tidak cinta dan memuja dunia karena pada dasarnya dunia hanyalah “mainan” dan “senda gurau” semata. Namun, tak berarti kita bisa bersantai-santai karena dunia hanya mainan. Esensinya adalah kita berbuat sebaik mungkin selama di dunia dan sadar bahwa dunia ini hanya sementara dan segala sesuatunya akan kita pertanggungjawabkan kelak.

Gambaran Hari Kiamat - Tidak Cinta Dunia

Gambaran hari kiamat memberikan peringatan pada kita untuk tidak cinta dunia. Salah satu ciri cinta dunia adalah ketika mendapatkan kenikmatan akan lupa dan terlena, sedangkan ketika mendapatkan cobaan akan merasa menjadi orang yang paling menderita di dunia. Diberi cobaan sedikit sudah galau. Pun diberi kesenangan sedikit sudah merasa di atas angin dan sombong.

Gambaran Hari Kiamat - Berbuat yang Terbaik

Gambaran hari kiamat mengajarkan pada kita untuk berbuat sebaik-baiknya. Beribadah kepada sang pencipta dan berbuat baik kepada sesama adalah poin penting yang harus kita lakukan.

Gambaran Hari Kiamat dalam Surat Al-Waqiah

Salah satu surat dalam Al-Quran yang menyinggung tentang gambaran hari kiamat adalah surat Al-Waqiyah. Dalam surat tersebut disebutkan beberapa gambaran hari kiamat, yaitu: “Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya. Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya. Maka jadilah ia debu yang berterbangan.” (QS. Al-Waqiah ayat 4-6). Itulah gambaran hari kiamat dalam Surat Al-Waqiah.

Gambaran Hari Kiamat dalam Surat Al-Zalzalah

Dalam surat Al- Zalzalah juga diterangkan gambaran hari kiamat yang nanti akan terjadi, yaitu:
“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya. Dan manusia bertanya. Apa yang terjadi pada bumi ini?. Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya. Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan yang sedemikian itu padanya. Pada hari itu manusia keuar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka balasan semua amal perbuatannya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarah niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Surat Al- Zalzalah ayat 1-8)

Dua surat tersebut telah memberikan gambaran hari kiamat kepada kita. Apa yang ada di dunia ini pasti akan musnah, seluruh jagad raya beserta isinya tanpa terkecuali. Itulah gambaran hari kiamat.

Dalam surat di atas juga diterangkan bahwa pada saat itu semua yang sudah mati akan dihidupkan kembali untuk dimintai pertanggungjawaban dan ditimbang amal kebaikan serta keburukannya selama di dunia. Bila timbangan kebaikan lebih besar daripada keburukan, maka surga adalah tempat sebaik-baiknya kembali. Sebaliknya, bila timbangan keburukan yang lebih berat, maka neraka adalah tempat yang pantas.

Gambaran hari kiamat tersebut tak hanya sekadar isapan jempol semata. Bahkan para ahli di dunia telah memberikan pernyataan bahwa umur bumi memang akan semakin tua. Seperti halnya manusia yang sudah tua pada umumnya, bahwa setelah tua zat atau mahkluk hidup atau materi pasti tidak akan bisa difungsikan lagi, dengan kata lain mati/ musnah. Jadi, masihkah ada yang belum percaya bahwa hari kiamat itu ada?

Gambaran Hari Kiamat - Perkuat Iman untuk Menghadapi Hari Kiamat

Menjelang akhir zaman akan terjadi banyak sekali kerusakan, mulai dari kerusakan alam hingga kerusakan moral. Sesuatu yang dulu dianggap tabu, menjelang akhir zaman akan dianggap biasa. Berzina misalnya, dulu dianggap tabu oleh siapa pun dan kelompok mana pun, namun rupanya saat ini hal tersebut sudah biasa.

Bahkan di negara-negara maju, remaja putri yang masih tetap taat menjaga keperawanannya dianggap tidak gaul dan ketinggalan zaman. Berlaku pula untuk hal-hal lainnya.

Rasulullah pernah berkata bahwa tidak ada penyakit yang lebih berbahaya selain penyakit bernama cinta dunia. Beberapa ciri dari sikap seseorang yang cinta dunia adalah ketika diingatkan atau diberi tahu akan gambaran hari kiamat, orang tersebut akan mengingkari karena terlena dengan kenikmatan dunia.

Orang yang cinta dunia juga tidak akan percaya dengan gambaran hari kiamat seperti yang telah disebutkan dalam kitab sucinya. Bagi para pecinta dunia, mati ya mati, tidak ada pembalasan atau yang sejenis. Itu sebabnya, selama di dunia mengapa tak dinikmati untuk bersenang-senang semaksimal mungkin karena kalau mati sudah tidak bisa menikmati semuanya.

Satu-satunya cara untuk mempersiapkan diri pada hari kiamat adalah dengan mempertebal iman. Cara untuk mempertebal iman tak lain dan tak bukan adalah dengan mengingat kematian serta memperbanyak ingat tentang gambaran hari kiamat.

Bagaimana bila ternyata kita masih hidup saat hari kiamat tiba? Tentu kita akan sangat menderita. Karena sudah disebutkan bahwa umat yang paling sengsara adalah umat yang masih hidup ketika akhir zaman tiba. Bila kita berada pada zaman tersebut, pastilah kita akan menjadi seseorang yang paling menderita.

Gambaran Hari Kiamat - Buat Apa Berusaha?

Ada beberapa pihak yang memiliki pendapat tak ada gunanya berusaha toh nanti juga akan mati. Gambaran hari kiamat dipahami untuk menjadi seseorang yang santai dan tidak berbuat apa-apa dan bukan sebaliknya. Setiap hari duduk dan diam. Setiap hari makan dan tidur saja. Atau mungkin setiap hari berdoa tanpa usaha.

Bila kelompok yang satunya disebut dengan cinta dunia. Maka kelompok ini disebut dengan kelompok yang pasrah dan tidak mau berusaha. Toh akan mati, toh kalau dikubur tidak membawa uang, toh semua akan kembali. Buat apa bekerja. Buat apa belajar.

Pemahaman tersebut tentu adalah pemahaman yang salah. Bekerja, belajar, dan beribadah kepada Sang Pencipta justru modal yang kita miliki ketika kita kembali. Ada tiga amal yang tidak akan pernah putus sekalipun kita meninggal, yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak sholeh.

Jadi, benarkah pengetahuan akan gambaran hari kiamat akan membuat kita tidak melakukan apa-apa? Tentu saja tidak.

Continue reading...

Kamis, 23 Februari 2012

Awal Mula Shalat 5 Waktu


Shalat yang wajib pertama kali adalah shalat malam, disebutkan di QS. Al-Muzammil ayat 1-19. Kemudian hukumnya menjadi sunah pada ayat ke-20, dikarenakan ada kepentingan-kepentingan manusia yang bisa menjadi halangan bagi pencapaian kekhusyuan shalat tersebut nantinya, seperti istirahat malam serta pencarian nafkah yang dilakukan paginya.

Maka setelah itu yang diwajibkan adalah shalat 5 waktu…


Awal Mula Shalat 5 Waktu

Sebagaimana diketahui bahwa Nabiyullah Muhammad SAW menerima perintah shalat pada 27 Rajab tahun 11 kenabian atau 2 tahun sebelum Nabi berhijrah ke Madinah, shalat 5 waktu yang dilakukan adalah subuh, zuhur, ashar, maghrib dan isya…

Dan waktu shalat sudah ditentukan oleh Allah dalam QS. Al-Isra : 78, “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”

Ayat diatas menerangkan tentang waktu shalat, dimana saat matahari tergelincir adalah zuhur dan ashar, kemudian shalat yang dilakukan saat malam adalah maghrib dan isya, kemudian shalat subuh langsung disebutkan di ayat tersebut.

Menurut hadist nabi yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, ia bercerita : Suatu hari ketika Rasul Saw sedang berbincang-bincang dengan sahabat Anshar dan Muhajirin, datanglah seorang Yahudi dan menanyakan tentang sesuatu yang diperintahkan oleh Allah kepada umat Islam. 

Rasul mengatakan: “Shalat dzuhur dikerjakan setelah tergelincir matahari; Ashar adalah shalatnya nabi Adam ketika makan buah khuldi dan tobatnya diterima oleh Allah pada saat maghrib. Sedangkan isya adalah shalatnya para Rasul, dan shubuh sebelum terbit matahari.”

Sementara itu, dalam beberapa keterangan disebutkan bahwa shalat 5 waktu yang dikerjakan oleh umat islam saat ini, berasal dari shalat para nabi terdahulu…

Shubuh, manusia pertama yang melakukan shalat ini adalah nabi Adam As, yaitu saat Adam diturunkan ke Bumi untuk menjadi khalifah (pengelola) di muka bumi. Konon Adam megerjakan shalat dua rakaat, menjelang terbit fajar. 

  • Rakaat pertama; sebagai tanda syukur karena terlepas dari kegelapan malam, 
  • Rakaat kedua, bersyukur atas datangnya siang.


Zhuhur, manusia yang pertama kali yang mengerjakan shalat ini adalah nabi Ibrahin As, saat Allah SWT memerintahkan kepadanya agar menyembelih anaknya Nabi Ismail As, dan Allah mengantikannya dengan seekor domba. Seruan itu datang pada waktu tergelincir matahari, lalu sujud Nabi Ibrahim sebanyak empat rakaat. 

  • Rakaat pertama, adalah sebagai tanda bersyukur bagi penebusan, 
  • Rakaat kedua adalah tanda syukur atas dihilangkannya kedukaan dari dirinya dan anaknya, 
  • Rakaat ketiga tanda syukur atas keridhaan Allah, dan
  • Rakaat keempat tanda syukur karena Allah menganti tebusannya.


Ashar, manusia yang pertama kali melakukan shalat ashar adalah nabi Yunus, saat ia keluar dari perut ikan Nun (paus). Ikan nun mengeluarkan nabi Yunus dari perutnya ke tepi pantai, sedangkan waktu itu telah masuk waktu ashar. Maka, bersyukurlah nabi Yunus dan mendirikan shalat empat rakaat karena terhindar dari empat kegelapan. 

  • Rakaat pertama, kegelapan akibat kesalahan meninggalkan kaumnya, 
  • Rakaat kedua, kegelapan malam dalam lautan, 
  • Rakaat ketiga, kegelapan malam akibat berhari-hari lamanya di dalam perut ikan Nun, dan 
  • Rakaat keempat kegelapan dalam perut ikan Nun.


Maghrib, manusia yang pertama mengerjakan shalat maghrib adalah nabi Isa As, yakni Allah SWT mengeluarkannya dari kejahilan dan kebodohan kaumnya, sedang waktu itu telah terbenam matahari. Maka, nabi Isa bersyukur dan bersujud sebanyak tiga kali. 

  • Rakaat pertama adalah untuk menafikkan bahwa tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, 
  • Rakaat kedua menafikkan zina yang dituduhkan atas ibunya, dan 
  • Rakaat ketiga untuk meyakinkan kaumnya bahwa tuhan itu hanya satu dan bukan tiga.


Isya, manusia yang pertama melakukannya adalah nabi Musa As, ketika itu nabi Musa tersesat mencari jalan keluar dari negeri Madyan, sedang dalam dalam dadanya penuh dengan duka cita. Allah swt menghilang kan semua perasaan duka citanya pada waktu malam. Lalu, shalatlah nabi Musa empat rakaat sebagai tanda bersyukur. 

  • Rakaat pertama sebagai tanda duka cita terhadap istrinya,
  • Rakaat kedua sebagai tanda duka cita terhadap Fir’aun, 
  • Rakaat ketiga tanda dukacita terhadap saudaranya Harun, dan 
  • Rakaat keempat adalah tanda duka cita terhadap anak Fir’aun.


Wallahu’alam,
Continue reading...

Kamis, 16 Februari 2012

Misteri Ka'bah Yang Menggegerkan Nasa


Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :

"Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam" 

Continue reading...

Fungsi Ka'bah (Wajib Diketahui)


Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun untuk manusia beribadah adalah rumah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi manusia. (QS. Ali Imran: 96)

Kita mungkin pernah bertanya kenapa harus solat menghadap Kiblat, juga kenapa harus ada Ibadah Thawaf, Ini juga sering jadi perenungan manusia, seperti ini :


1. Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Alam), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh Arah Jempol.
2. Dengan pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak boleh terbalik arah, searah jarum jam misalnya.
3. Kenapa Solat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap Kiblat
4. Kenapa Solat Di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.
5. Singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi

Perenungan Sintesa :
1. Energi Solat dan Doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul dan terakumulasi di Kabah setiap saat, karena Bumi berputar sehingga solat dari seluruh Dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang Bandung solat Dzuhur, beberapa menit kemudian orang Jakarta Dzuhur, beberapa menit kemudian Serang Dzuhur, Lampung dan seterusnya. Belum selesai Dzuhur di India Pakistan, di Makasar sudah mulai Ashar dan seterusnya. Pada saat Dzuhur di Jakarta di London Sholat Subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.

2. Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah Makah sekitarnya dan Jamaah Umroh / Haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya.

3. Maka menurut implikasi hukum Kaidah Tangan Kanan bahwa Energi yang terkumpul akan diputar dengan Tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas MENUJU LANGIT. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kabah namun semuanya naik ke Langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Kabah. Menuju Langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai Ke Hadirat Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong Energi yang terfokus naik ke atas Langit. Selamanya sampai tidak ada manusia yang solat dan tawaf (kiamat?).


Kesimpulan
1. Solat dan Doa, diyakini akan sampai ke langit menuju Singgasana Tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/Ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan Tuhan juga. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi/ saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin

2. Memantapkan kita dalam beribadah solat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan Tuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).

3. Terjawablah jika sholat itu tidak menyembah batu (Kabah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi solat dan doa untuk mencapai Tuhan dengan upaya natural manusia.

4. Tuhan Maha Pandai, Maha Besar dan Maha Segalanya


Ini sekedar renungan dan analisa, semoga saja mampu memotivasi kita dan para Pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa Tuhan menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga makin yakin dan cinta pada Tuhan Yang Maha Esa. Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci dan Hadist bahkan mendukungnya. Semoga bermanfaat...

Ramalan Untuk Memastikan Bahwa Ka'bah Dan Kiamat hanya Allah Yang Tahu :
1. Ka'bah Akan Hancur Dengan Sendirinya (Terbukti dengan ditenggelamkannya satu pasukan yang akan menyerang ka'bah suatu hari nanti)
2. Jika Pusat Bumi Bergeser Akan Banyak Kekacauan (seperti Musim Yang tidak Mengenal waktu)
3. Kiamat Akan Cepat Terjadi Jika Sholat Sudah Ditinggalkan 
4. Anda Pasti Juga pernah mendengar jika Siapa Yang Meninggalkan sholat berarti telah merobohkan Agama.
5. Untuk selain Islam, kapan kapan akan kita kupas, bagaimana kemampuan Pentium 2 dan pentium 4 sungguh berbeda, bagaimana petunjuk Allah Disempurnakan dari umat Ibrahim, Musa hingga Muhammad saw, Nabi Isa menyempurnakan Taurat dengan Injil, Dan Muhammad menyempurnakan keduanya Dengan Al Qur'an.
Continue reading...

Senin, 30 Januari 2012

Kata-Kata Bijak Dari Nabi Muhammad SAW dan Para Khalifah




Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.

Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia.

Makanlah Sebelum Lapar dan Berhentilah Sebelum Kenyang.

Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan.

Pahlawan bukanlah orang yang berani meletakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah.

Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian.

Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama.

Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.

Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala.

Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena Tuhanmu, anda tentu tak akan kecewa.

Cinta indah seperti bertepuk dua tangan, tak akan indah jika hanya sebelah saja.

Naluri berbicara kita akan mencintai yang memuja kita, tetapi tidak selalu mencintai yang kita puja.

Seseorang yang optimis akan melihat adanya kesempatan dalam setiap malapetaka, sedangkan orang pesimis melihat malapetaka dalam setiap kesempatan.

Ingatlah, boleh jadi manusia itu mencintai sesuatu yang membahayakan dirinya atau membenci sesuatu yang bermanfaat baginya. Mohonlah petunjuk-Nya.

Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda.

Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang tiada jemu dan lelah.

Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat.

Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri.

Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil sebaik-baiknya dari otak yang tidak sempurna.

Memperbaiki diri adalah alat yang ampuh untuk memperbaiki orang lain.

Jika seseorang tidak mencintai anda janganlah dia anda benci, karena mungkin akan tumbuh benih cinta kembali.

Cinta akan menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta, hidup tiada terasa indah.

Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang yang akan mengangkat anda dalam kehidupan.

Perjuangan seseorang akan banyak berarti jika mulai dari diri sendiri.

Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya.

Dalam perkataan, tidak mengapa anda merendahkan diri, tetapi dalam aktivitas tunjukkan kemampuan Anda.

Tegas berbeda jauh dengan kejam. Tegas itu mantap dalam kebijaksana sedangkan kejam itu keras dalam kesewenang-wenangan.

Jika rasa cinta itu tak terbalas maka bersukurlah, karena anda akan dipilihkan Allah yang lebih baik.

Watak keras belum tentu bisa tegas, tetapi lemah lembut tak jarang bisa tegas.

Sifat orang yang berlilmu tinggi adalah merendahkan hati kepada manusia dan takut kepada Tuhan.

Continue reading...
 

Visitor Online

Followers

Zona Artikel Copyright © 2011 Not Magazine Transparent 3 Column is Designed by Yudi